Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

hadist hawa nafsu shahih & Dha'if

Hadist tentang  “Jihad yang akbar adalah melawan hawa nafsu” رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ (Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar). Tentang hadits di atas, Mulla ‘Ali Al-Qari menyebutkannya di dalam Al-Asrâr Al-Marfû’ah, hlm. 127 , dan beliau mengatakan: “Al-‘Asqalani mengatakan di dalam Tasdîdun-Nufûs,’Perkataan ini masyhur di kalangan manusia, dan ini merupakan perkataan Ibrahim bin Abi ‘Abalah di dalam kitab Al-Kuna karya An-Nasâ-i’.” Kemudian Mulla Al-Qari berkata,”Hadits ini disebutkan di dalam kitab Ihya` ‘Ulumuddin. Al-‘Iraqi menyatakan, bahwa hadits ini riwayat Al-Baihaqi (di dalam kitab Az-Zuhd) dari Jabir, dan Al-“Iraqi berkata, ’Sanad ini ada kelemahan’ .” Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albâni t menyebutkan hadits ini di dalam kitab Silsilah Al-Ahâdits Adh-Dha’îfah (5/478, no. 2460), dan beliau mengatakan: “Mungkar”. Kemudian Syaikh Al-Albani menjelaskan secara panjang lebar sisi kelemahan hadits ini. Beliau juga menuk...

tafsir al- Baqarah : 190

Gambar
Dalam jihad terdapat surat di dalam al- Quran yang menerangkan tentang jhad. Hal ini tercatat dalam surat al-Baqoroh: 190    وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ Wa qātilū fī sabīlillāhilladzīna yuqātilūnakum wa lā ta‘tadū,innallāha lā yuḫibbul-mu‘tadīn.   Artinya: “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”   Sebelum sampai pada kesimpulan dari surat tersebut alangkah indahnya kita melihat Sababun Nuzul dari surat ini. Sababun Nuzul surat ini tercatat dalam para penafsir   ·          Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith   “Ibnu Abbas berkata: “Ayat ini turun sehubungan kaum musyrikin menghalangi Rasulullah saw (pergi ke Baitullah untuk melaksanakan umrah) pada tahun dilaksanakannya perjanjian Hudaibiyah. Kaum mus...

SYEKH NAWAWI BANTEN DALM

Gambar
(Tasir Sababun Nuzul Surat Al-Baqarah : 190) Senada dengan yang diungkapkan oleh Imam As-Suyyuthi, Syekh Nawawi Banten dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surat Al-Baqarah ayat 190 merupakan perintah untuk memerangi orang-orang kafir yang mengawali peperangan. Dimana, bukan umat Islam yang memulai peperangan. Namun, Syekh Nawawi memberi catatan bahwa maksud dari larangan melewati pada batas pada ayat tersebut ialah tidak dibolehkan memulai peperangan di tanah Haram. [1] [1] (Nawawi Al-Bantani, Marah Labid, juz I, halaman 45)

Imam As-Suyuti

Gambar
  (Tasir Sababun Nuzul Surat Al-Baqarah : 190) Ia menjelaskan, bahwa, maksud ayat tersebut secara ringkas ialah perintah untuk berjihad memerangi orang-orang kafir yang memerangi orang Islam (kafir harbi). Hal demikian dilakukan bukan untuk ajang balas dendam, melainkan untuk menegakkan agama Allah. Itupun dengan catatan umat Islam tidak melewati batas dengan memulai peperangan terlebih dahulu. Karena memulai peperangan tidak diperkenankan oleh Allah kecuali dengan mereka yang memulainya terlebih dahulu. [1] [1] As-Suyuthi, Tafsirul Jalalain pada Hasyyatus Shawi  [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2013 M], juz 1, halaman 117

Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith

Gambar
(Tasir Sababun Nuzul Surat Al-Baqarah : 190) “Ibnu Abbas berkata: “Ayat ini turun sehubungan kaum musyrikin menghalangi Rasulullah saw (pergi ke Baitullah untuk melaksanakan umrah) pada tahun dilaksanakannya perjanjian Hudaibiyah. Kaum musyrikin mengajak damai Nabi saw untuk kembali pada tahun depannya saja, sehingga kemudian mereka akan memperbolehkan Nabi saw mengunjungi Baitullah selama 3 hari.    Kemudian Nabi saw kembali (pada tahun depannya) untuk melaksanakan umrah qadha, namun umat Islam khawatir orang-orang Quraisy tidak menepati janji mereka dan menghalang-halangi kembali, serta memerangi mereka di tanah Haram dan di bulan yang haram pula. Umat Islam tidak menyukainya, kemudian turunlah ayat ini. [1] [1] Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith, [Beirut, Darul Fikr: 1432 H/2010 M], juz 2, halaman 240