hadist hawa nafsu shahih & Dha'if
Hadist tentang “Jihad yang akbar adalah melawan hawa nafsu”
رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ
Syaikh Al-Albani
mengakhiri penjelasannya dengan menukil perkataan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah tentang hadits ini: “Tidak ada asalnya. Tidak ada seorang
pun dari manusia yang mengetahui perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan
Nabi SAW, yang meriwayatkannya. Dan jihad melawan orang-orang kafir
termasuk sebesar-besar amalan, bahkan hal itu merupakan amalan tathawwu’ terbesar
yang dilakukan manusia”[1]
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ
Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.
Syaikh ‘Abdur-Razaq bin Abdul-Muhsin Al-Badr
–hafizhahullah– berkata,”Jika kaum Muslimin melalaikan jihad melawan diri
sendiri, mereka tidak akan mampu jihad melawan musuh-musuh mereka, sehingga
dengan sebab itu terjadi kemenangan musuh terhadap mereka”.[2]
kemudian dia menukil perkataan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah yang mengatakan: “Bilamana orang-orang kafir menang (atas umat
Islam, Red.), maka tidak lain, sesungguhnya hal itu dikarenakan dosa-dosa kaum
Muslimin yang menyebabkan iman mereka berkurang. Kemudian, jika kaum Muslimin
bertaubat dengan menyempurnakan iman mereka, maka Allah pasti akan menolong
mereka”[3]
[1] Majmu’
Fatâwâ (11/197). Lihat pembahasan ini dalam Silsilah Al-Ahâdits Adh-Dhâ’îfah
(5/478-481), karya Syaikh Al-Albâni. Lihat juga kitab Laisa min Qa-ulin-Nabi,
Dr. Muhammad Fu-ad Syakir, Maktabah Auladisy-Syaikh lit-Turats, Cetakan I,
tanpa tahun, hlm. 108.
[2] Khuthab
wa Mawa’izh min Hajjatil-Wada`, Syaikh Abdur-Razaq bin Abdul-Muhsin Al-Badr,
hlm. 53.
[3] Al-Jawabush-Shahih liman Baddala Dînal-Mashih (6/450).
sumbber refrensi : Melawan Hawa Nafsu Jihad Terbesar? | Almanhaj
Komentar
Posting Komentar